Jumantik Cilik
Puskesmas Godean II merupakan puskesmas yang berada dalam wilayah kecamatan Godean yang merupakan daerah semi kota,dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Dengan demikian banyak sekali masalah- masalah yang mungkin terjadi di wilayah Puskesmas Godean II, mulai dari masalah sosial,budaya,ekonomi,dan yang tidak kalah penting adalah masalah kesehatan di masyarakat. Masalah- masalah kesehatan yang sering muncul adalah antara lain terkait penyakit menular,yang kerap kali ditularkan oleh vektor berupa tikus,nyamuk,dan lain-lain. Penyakit yang sering muncul adalah penyakit demam berdarah yang merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue,serta disebarkan oleh nyamuk aedes aegepty. Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat berbahaya apabila tidak ditangani dengan baik,maka akan menyebabkan kematian, akan tetapi sebenarnya penyakit demam berdarah adalah penyakit yang termasuk penyakit “Self Limiting Desease” (Penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya).Dengan penanganan yang benar,dan tidak terlambat angka kematian terhadap penyakit ini cenderung bisa ditekan. Berikut ini adalah jumlah Kasus demam berdarah di wilayah binaan Puskesmas Godean II dari tahun ke tahun. Jumlah kasus tahun 2016 adalah 90 orang tahun 2017 sebanyak 19 kasus,serta tahun 2018 sebanyak 4 orang,dari jumlah itu yang banyak ditemukan di tahun 2016.

Strategi penanganan demam berdarah, yang dilakukan oleh puskesmas Godean II untuk mengurangi masalah kesehatan sangat beragam,terkait masalah penyakit menular khususnya demam berdarah upaya yang dilakukan ditekankan pada upaya promotif dan preventif. Upaya –upaya promotif dan preventif yang dilakukan secara sistematis dan bersinergi dengan kegiatan masyarakat yang berkesinambungan diharapkan merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit demam berdarah. Salah satu upaya preventif demam berdarah adalah dengan melaksanakan PSN secara rutin, PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) antara lain dengan cara 3M yaitu menguras bak mandi atau tempat penampungan air secara rutin kurang lebih 3 hari sekali, menutup tempat penampungan air,menimbun barang-barang yang dapat menimbulkan genangan air yang dapat dijadikan sebagai media perkembangbiakan jentik nyamuk. Kegiatan PSN yang lain adalah dengan mengerahkan masyarakat agar ikut peduli lingkungan masing- masing dengan ikut melaksanakan program jumat bersih, serta melaksanakan monitoring terhadap pemeriksaan jentik berkala secara aktif melalui pemberdayaan masyarakat. Masalah yang sering timbul adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan peduli lingkungan. Maka, puskesmas sebagai promotor kesehatan dan sarana kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat di rasa perlu membentuk suatu gerakan yang berperan aktif dalam peningkatan angka bebas jentik di suatu wilayah. Angka bebas jentik merupakan suatu indikator kesehatan lingkungan, jika angka bebas jentik di suatu wilayah tinggi berarti kemungkinan populasi nyamuk di daerah tersebut dapat terkendali dengan baik. Sebaliknya jika angka bebas jentik rendah di suatu daerah maka kemungkinan populasi nyamuk di suatu daerah akan meningkat pula.
Salah satu langkah yang diambil Puskesmas Godean II dalam hal pemantauan jentik adalah dengan membentuk suatu gerakan yang berasal dari kepedulian masyarakat melalui jumantik cilik (juru pemantau jentik cilik), melalui kegiatan yang dikembangkan sejak tahun 2016 ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian penyakit Demam Berdarah di wilayah binaan Puskesmas Godean II. Kegiatan ini berawal dari keprihatinan kader kesehatan,serta Puskesmas tentang angka kejadian Demam berdarah yang terus meningkat, awal dari kegiatan ini berawal dari terbentuknya kader cilik yang diberi nama “kader garuda”, yang merupakan kepanjangan dari “Generasi Muda Godean II”, filosofi dari Garuda adalah mengambil nama dari “Garudeya yang melegenda,dan merupakan kendaraan dari dewa Wisnu,dan dengan
Semangat berbakti pada ibu pertiwi, di harapkan kader cilik garuda mampu menyumbangkan partisipasinya untuk masyarakat banyak, awal terbentuknya kader garuda ada tiga kelompok,dan akhirnya bertambah menjadi kurang lebih 14 kelompok dari 3 desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Godean II, yaitu desa Sidokarto,Sidorejo,Dan desa Sidoarum. Terbentuklah suatu wadah untuk saling berinteraksi yaitu Komunitas Jumantik Puskesmas Godean II, kegiatan- kegiatan yang dilaksanakan dalam komunitas diharapkan mampu memberi peluang untuk anak-anak usia sekolah untuk selalu peduli dengan lingkungan melalui pemeriksaan jentik,serta tidak menutup kemungkinan untuk kegiatan lain yang positif. Melalui kegiatan yang cukup baik, serta komunikasi yang baik serta evalusi yang rutin dilakukan akan menunjukkan hasil yang maksimal untuk menurunkan kasus demam berdarah di wilayah binaan Puskesmas Godean II. Beberapa hal yang dibutuhkan adalah dukungan dari lembaga pemerintahan dari tingkat kelurahan,sampai dengan kecamatan yang sangat berperan dalam kelangsungan organisasi tersebut. Dukungan dari desa berupa adanya SK dari pemerintah desa,serta dukungan lain untuk keberlanjutan kegiatan tersebut. Komitment juga sangat penting agar kegiatan komunitas jumantik berkembang menjadi lebih baik. Selalu berkarya dan berusaha demi mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Salam sehat, “Sehat di mulai dari saya.”
Alb. Setyo Nugroho

HASIL INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) TAHUN 2026
Monitoring dan Evaluasi Penilaian Kinerja Puskesmas Godean II oleh Tim TPCB Klaster Gunung Merapi Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman
Waspada Bahaya “SUPER FLU”, yuk kenali gejala dan cara mencegahnya!
🎇 Tahun baru jangan lupa skrining kesehatan!
Waspada Leptospirosis!
Catin Sehat, Generasi Hebat: Empat Pilar Investasi dalam Persiapan Pranikah
Komentar Terbaru